+86-18085038263
Semua Kategori

Pipa Penggerek HDPE

Pipa Penggerek HDPE

Bahan baku: PE100, PE4710, PE100RC

Standar: ISO 4427/EN 12201/S/NZS 4130

Kisaran diameter: DN50 mm–DN1000 mm

Tingkat tekanan: SDR17, SDR13,6, SDR11, SDR9

PN10, PN12,5, PN16, PN20

Sertifikasi: UL, WRAS, NSF, ISO, CE

Panjang: 5,8 meter (20 kaki), 11,8–12 meter / 40 kaki

Warna: Latar belakang hitam dengan garis biru (warna dapat disesuaikan)



  • Ringkasan
  • Produk yang Direkomendasikan

🔍Ikhtisar Produk

Pipa Pengerukan HDPE diproduksi dari Polyethylene Berdensitas Tinggi (PE100) berkualitas tinggi, dengan ciri-ciri ringan, kekuatan tinggi, tahan aus, dan tahan korosi. Pipa-pipa ini biasanya digunakan bersama flens baja pendukung (Stub Ends) dan pelampung untuk membentuk sistem transportasi mengapung atau bawah air yang lengkap. Pipa-pipa ini banyak diterapkan dalam pengerukan sungai, penghilangan endapan di pelabuhan, reklamasi daratan, serta transportasi tailing.

 

🔍Fitur Utama

Ketahanan Aus Unggul: Ketahanan ausnya 4 hingga 8 kali lebih tinggi dibanding pipa baja, sehingga mampu secara efektif menahan erosi jarak jauh dan kecepatan tinggi oleh media abrasif seperti pasir, kerikil, dan cangkang.

Ketahanan Benturan yang Sangat Baik: Kelenturan yang sangat baik memungkinkannya menahan benturan gelombang, tekanan seret, serta gelombang tekanan internal mendadak tanpa mengalami patah getas.

Ringan & Daya Apung yang Baik: Beratnya hanya 1/8 dari berat pipa baja. Ketika dipasangkan dengan pelampung tipe cangkang, sistem perpipaan ini dapat mengapung dengan mudah di atas permukaan air, sehingga sangat menyederhanakan operasi di permukaan.

Tahan Korosi & Cuaca: Ketahanan luar biasa terhadap air laut, asam kuat/basa kuat, serta sinar UV intens; tidak akan berkarat dan mempertahankan kinerja stabil selama paparan luar ruangan jangka panjang di lingkungan ekstrem.

 

🔍Keunggulan Utama

Pemasangan Sangat Mudah: Kedua ujungnya umumnya dilengkapi dengan Stub End yang dilas dan cincin penguat baja. Metode sambungan sektional ini memungkinkan perakitan cepat di kapal atau di atas air, serta mudah dibongkar pasang.

Biaya Pemeliharaan Minimal: Dinding dalam yang halus memberikan hambatan aliran rendah dan tahan terhadap pengendapan (scaling). Berkat ketahanannya yang luar biasa terhadap kerusakan fisik, pemeliharaan dan penggantian berkala hampir tidak diperlukan sepanjang siklus masa pakai produk.

Fleksibilitas Tinggi untuk Beradaptasi terhadap Deformasi: Pipa-pipa ini memiliki tingkat fleksibilitas tertentu, sehingga mampu beradaptasi terhadap osilasi permukaan akibat gelombang dan dasar sungai yang bergelombang, secara efektif mencegah kebocoran atau retak.

Masa Pakai Sangat Panjang: Dibandingkan pipa baja yang sering mengalami korosi dan perforasi, pipa pengerukan HDPE memiliki masa pakai desain hingga 50 tahun, sehingga secara signifikan meningkatkan pengembalian investasi (ROI) untuk proyek-proyek tersebut.

 

🔍Aplikasi Tipikal

Pengerukan Pelabuhan & Sungai: Transportasi lumpur untuk membersihkan endapan pada saluran dan memperdalam pelabuhan.

Reklamasi Daratan: Pompa jarak jauh pasir dan lumpur bawah laut ke area reklamasi.

Transportasi Limbah Tambang & Slurry: Pembuangan jarak jauh slurry dan terak yang mengandung partikel keras di tambang.

Pemasangan Jalur Pipa Lepas Pantai: Pasokan air atau transportasi cairan antarwilayah lepas pantai secara sementara.

 

🔍Pertanyaan Umum

1. Untuk apa pipa pengerukan HDPE digunakan?

Pipa ini digunakan untuk mengangkut material hasil pengerukan — pasir, lumpur, tanah liat, atau slurry — dari kapal keruk ke lokasi pembuangan, area reklamasi, atau tempat pembuangan akhir. Pipa ini dapat dipasang di darat, mengapung di atas permukaan air, atau terendam sepenuhnya, tergantung pada tata letak proyek.

2. Mengapa menggunakan HDPE alih-alih baja untuk pipa pengerukan?

HDPE lebih ringan sehingga lebih mudah ditangani, tidak berkarat, dan memiliki ketahanan abrasi yang lebih baik dibandingkan baja tak berlapis — hal ini penting karena slurry hasil pengerukan terus-menerus mengikis dinding pipa. Baja masih digunakan pada beberapa bagian dengan tingkat keausan tinggi atau tekanan tinggi, biasanya dilapisi, namun penggunaan HDPE mengurangi keseluruhan beban penanganan dan pemeliharaan.

3. Seberapa tebal dinding pipa pengerukan seharusnya?

Dinding pipa yang lebih tebal (SDR lebih rendah) umumnya dipilih khusus untuk aplikasi pengerukan guna menahan abrasi akibat pasir dan sedimen, bukan hanya tekanan. Ketebalan dinding yang tepat bergantung pada tekanan pompa Anda, tingkat abrasi slurry, serta masa pakai yang diharapkan sebelum penggantian.

4. Apakah pipa pengerukan mengalami keausan secara tidak merata?

Ya — keausan biasanya paling parah di bagian belokan, bagian bawah jalur horizontal, dan titik pelepasan pompa, karena di situlah partikel paling sering menghantam atau bergesekan dengan dinding pipa. Beberapa proyek memutar bagian-bagian pipa secara berkala untuk mendistribusikan keausan secara merata dan memperpanjang masa pakai pemakaian.

5. Bagaimana bagian pipa pengerukan dihubungkan?

Bagian di darat dan di bawah permukaan air umumnya disambung menggunakan metode butt fusion guna membentuk saluran permanen yang bebas kebocoran, sedangkan bagian yang memerlukan pembongkaran berkala (seperti rangkaian pipa apung) biasanya menggunakan sambungan berflens atau sambungan cepat lepas. Metode yang tepat tergantung pada apakah bagian tersebut perlu berpindah posisi.

6. Apakah pipa pengerukan dapat dipasang terendam di bawah permukaan air?

Ya — pipa HDPE terendam umumnya digunakan untuk menyalurkan pipa pengerukan melintasi saluran, pelabuhan, atau jalur air tanpa menghalangi lalu lintas kapal di permukaan. Pipa ini biasanya memerlukan pemberat (seperti selubung beton) agar tetap tenggelam melawan gaya apung dan arus.

7. Berapa kecepatan aliran slurry yang dibutuhkan oleh pipa pengerukan?

Aliran harus tetap cukup cepat untuk menjaga partikel padat tetap tersuspensi (di atas "kecepatan kritis")—terlalu lambat menyebabkan partikel mengendap dan menyumbat saluran, terlalu cepat meningkatkan keausan abrasif. Ini merupakan perhitungan desain pompa dan pipa, bukan hal yang dapat ditentukan hanya dari tabel ukuran.

8. Diameter pipa pengisap HDPE apa saja yang tersedia?

Pipa pengisap biasanya tersedia dalam diameter besar untuk menangani volume slurry yang tinggi, seringkali mencapai beberapa ratus milimeter hingga satu meter atau lebih, tergantung pada kapasitas pompa dan laju produksi kapal keruk.

9. Apakah pipa pengisap memerlukan perlindungan terhadap sinar UV?

Setiap bagian pipa HDPE hitam yang dibiarkan terbuka di atas permukaan air atau di darat dalam jangka waktu lama harus distabilkan terhadap UV. Bagian yang terendam atau segera terkubur kurang terpengaruh oleh radiasi UV, namun sebagian besar proyek pengisapan menggunakan pipa HDPE berperingkat UV di seluruh sistem demi kesederhanaan.

10. Berapa lama masa pakai pipa pengisap HDPE?

Masa pakai sangat bergantung pada abrasivitas bubur, kecepatan aliran, serta seberapa besar bagian pipa yang terpapar keausan di tikungan dan titik pembuangan—umumnya jauh lebih pendek dibandingkan masa pakai pipa bawah tanah untuk air atau gas yang dinilai. Bagian dengan keausan tinggi sering diperlakukan sebagai komponen yang mudah aus dan dialokasikan anggaran untuk penggantian berkala.

 

🔍Kasus

Produk: Pipa Penggalian Mengapung HDPE

DN200 mm SDR17, SDR13.6

Lokasi: Indonesia

105-1.png

 

Dapatkan Penawaran Gratis

Perwakilan kami akan segera menghubungi Anda.
Surel
Ponsel/WhatsApp
Nama
Nama Perusahaan
Pesan
0/1000