+86-18085038263
Semua Kategori

Pipa Kebakaran HDPE

Pipa Kebakaran HDPE
Menggunakan polyethylene densitas tinggi (HDPE) sebagai bahan baku utama, pipa bertekanan ini dirancang untuk sistem suplai air pemadam kebakaran, terutama cocok untuk suplai air hidran kebakaran, suplai air sprinkler otomatis, dan skenario pemadaman kebakaran lainnya. Dibandingkan dengan pipa baja galvanis tradisional dan pipa baja tanpa kelim, pipa ini memiliki keunggulan signifikan dalam ketahanan terhadap korosi dan konstruksi yang ringan, namun harus memenuhi persyaratan khusus sistem proteksi kebakaran, seperti ketahanan tekanan dan ketahanan api. Perhatian khusus harus diberikan pada ketahanan tekanan dan ketahanan benturan.
Tekanan operasi dapat mencapai 1,0-2,5 MPa, memenuhi persyaratan tekanan sistem hidran dan sprinkler; ketahanan terhadap benturan pada suhu rendah (-20°C) sangat baik, sehingga tidak mudah pecah akibat gaya luar, melampaui pipa UPVC.
Fitur utama: Tahan korosi yang sangat kuat sehingga mampu menahan lingkungan keras seperti asam, alkali, dan semprotan garam tanpa memerlukan pelapis anti-korosi, menjadikannya cocok untuk digunakan di daerah pesisir, tanah bergaram-alkali, kawasan kimia, serta lingkungan lainnya di mana pipa baja konvensional rentan berkarat. Masa pakai dapat melebihi 50 tahun.
Ringan dan kuat untuk kemudahan konstruksi: Berat hanya 1/8-1/5 dari pipa baja galvanis dengan spesifikasi sama, sehingga transportasi dan pengangkatan tidak memerlukan peralatan besar; sambungan fusi panas/fusi listrik dapat membentuk struktur terpadu yang kedap, tanpa risiko kebocoran, secara signifikan memperpendek waktu pelaksanaan konstruksi.
Persyaratan khusus untuk proteksi kebakaran:
- Anti-statis: Dengan menambahkan agen anti-statis, hambatan permukaan pipa dapat memenuhi persyaratan anti-statis untuk lingkungan pemadam kebakaran.
- Kekurangan tahan api: HDPE murni bersifat mudah terbakar, dan kekuatannya menurun dengan cepat pada suhu tinggi. Instalasi yang terpapar di dalam ruangan harus dilengkapi dengan langkah-langkah proteksi kebakaran (seperti pelapisan dengan cat tahan api atau penggunaan selubung tahan api). Batas tahan api harus sesuai dengan GB 50974 "Spesifikasi Teknis untuk Suplai Air Pemadam Kebakaran dan Sistem Hydrant".